Ibu dan Anak


Tips Memberikan ASI  Eksklusif Bagi Wanita Karier

Asi merupakan nutrisi terbaik bagi bayi. Pada ASI terdapat kolostrum (cairan berwarna kuning) yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh. Kolostrum didapatkan dari ASI yang keluar pertama dari seorang ibu. Maka jangan pernah dibuang untuk ASI yang pertama keluar, karena di dalamnya terdapat zat yang berguna bagi buah hati kita.
Pemberian ASI Eksklusif sangat disarankan oleh pemerintah. Bayi yang berumur 0-6 bln sebaiknya hanya mengkonsumsi ASI saja, jangan diberikan yang lain. Namun, masalahnya bagi Ibu yang bekerja, hal ini mungkin terasa susah.
Oleh karena itu saya ingin berbagi pengalaman buat ibu muda.. yang sudah merasa lebih tua juga boleh koq. Pemberian ASI ekslusif saya berikan untuk kedua buah hati saya. Anak pertama saya sekarang sudah berusia 5,5 tahun dan putra kedua saya sekarang sudah berusia 1 tahun. Alhamdulillah, mereka tumbuh dengan sehat dan ceria.
Tidak ada kata susah jika kita mau berusaha. Disini kuncinya hanya kemauan yang kuat, niat yang ikhlas, dan kesabaran. So, mulai dari sekarang bulatkan tekad kita. Smangat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Ini beberapa yang saya lakukan sebagai upaya pemberian ASI Eksklusif buat bayi saya:

1.         Persiapan Saat Hamil
Beberapa hal yang perlu kita lakukaan saat hamil adalah rajin membersihkan puting kita. Cara membersihkannya yaitu dengan baby oil atau minyak zaitun dengan menggunakan cutton bud. Rajin-rajinlah membersihkannya, minimal 2 x sehari. Jika kita rajin membersihkan maka nanti pada saat menyusui kita tidak akan lecet dan asi dapat keluar dengan lancar.
Hal lain yang perlu kita lakukan adalah rajin-rajin melakukan message pada payudara kita. Message ini berguna agar asi siap diproduksi. Kita melakukan pijatan-pijatan ringan di area payudara.

2.         Cara Penyimpanan ASI
Ada beberapa hal yang kita perlukan untuk menyimpan ASI yaitu mesin pendingin (kulkas), Cooller Bag, botol kaca, dll. Beberapa langkah yang kita perlukan untuk menyimpan asi yang nantinya akan dikonsumsi buah hati kita saat kita sedang bekerja.
·           Cara Memerah ASI
Pada saat kita bekerja kita bisa menyimpan asi kita, ingat jangan dibuang. Caranya yaitu setiap hari kita sediakan cooler bag. Coller bag dapat kita beli di toko-toko yang menyediakan peralatan bayi. Di dalam cooler bag terdapat botol kaca dan gel pendingin. Jangan lupa sediakan sabun cuci tangan sebelum kita memerah ASI. Sabun cuci disimpan ditempat yang terpisah.
Langkah-langkah yang kita lakukan adalah:
Pertama, cuci tangan sampai bersih kemuadian siapkan botol kaca. Sebaiknya kita memerah dengan menggunakan tangan. Caranya posisi ibu jari dan jari telunjuk pada posisi jam 6 pagi atau jam 9.15. ketiga jari bersampingan dengan telunjuk. Letakkan jari pada daerah aurola llingkaran disekitar putting (Namun jangan diletakkan diputing). Perlahan-lahan kita peras menuju ke depan. Asi yang keluar ditampung di botol kaca. Lakukan dengan bergantian posisi tangannya, serta bergantian untuk payudara sebelah kiri dan kanan. Jika produksi ASI banyak, kita bisa menghasilkan 2-6 botol saat bekerja. ASI yang sudah diperas silahkan disimpan di coller bag. Coller bag bisa menyimpan ASI kurang lebih 8 jam. Sehingga kita tidak takut ASI kita rusak sata macet dll. Setelah sampai dirumah ASI bisa di simpan di kulkas.
Lakukan pemerahan juga dirumah, agar kita bisa menyediakan ASI dan tidak takut kekurangan ASI. Pada saat dirumah kita bisa mengompres payudara kita dengan air hangat agar produksi ASI lebih banyak. Dan jangan lupa selalu membersihkan tangan sebelum memeras.

·           Cara Menyimpan ASI
Perlu diketahui, ASI yang disimpan di Frezer dapat bertahan sampai  3 bulan, ASi yang disimpan di kulkas (bukan Frezer) dapat  bertahan selama 2 hari, serta ASI yang disimpan diluar (diletakkan dalam gelas yang ditaruh ditempat yang kering dan teduh/tidak terkena sinar matahari langsung) dapat bertahan 8 jam.
 Jangan lupa setiap memerah dikasih label berupa tanggal dan jam pemerahan, agar kita mengetahui waktu penyimpanan ASI. Dengan memberi label pada botol kaca maka kita tidak akan pernah takut ASI nya sudah rusak.

3.         Cara Pemberian ASI
Asi yang sudah disimpan di kulkas dapat kita berikan kepada buah hati kita. Namun sebelumnya kita perlu memeriksa label dalam botol kaca. Apakah masih  baik untuk dikonsumsi atau sudah kadaluarsa. ASi yang akan diberikan sebelumnya dihangatkan dengan cara botol kaca yang berisi asi ditaruh di mangkuk yang berisi air hangat. Atau bisa juga kita taruh di mesin penghangat susu/ASI yang bisa kita dapatkan di toko peralatan bayi.
Sebelum diberikan kita teteskan sedikit di tangan kita, jika sudah hangat bisa diberikan ke buah hati kita dengan menggunakan sendok atau botol. Pemberian dengan sendok membuat bayi tidak tergantung pada botol. Dan mempercepat buah hati kita untuk mengenal minum dengan gelas. Sehingga nanti kita tidak kesusahan saat mau menyapihnya.

 Demikian pengalaman yang dapat saya sampaikan kepada sahabat, semoga bermanfaat. Jika kita niat dan berusaha insyaaloh kita berhasil. Smangat!!!! Demi massa depan buah hati kita



Tidak ada komentar:

Posting Komentar